Sunday, January 04, 2009

Nagoya Temple - Japan (名古屋城)


Osu Kannon in Nagoya is revered as one of the most important temples of the Shingon-Buddhism sectarian. Located at the heart of Nagoya, the temple stands as one of the major attractions of the city. The temple dates back several centuries, and the structure as we see it today, is actually a reconstruction of the original that had naturally been ruined with time. 

The Osu Kannon temple houses a shrine of Kanzeon-bosatsu or kannon-sama and is worshipped as the Japanese goddess of mercy. Sculpted by kobo-daishi, a priest of the Heian (Peaceful) era, the image of Kanzeon-bosatsu draws numerous visitors to its grounds. The image is eloquent with a benign smile carved on it, and is indeed an embalming sanctum for the worshippers here. A number of exquisite Buddha images line close to the main image and add to the quaint charm of the temple.


Nagoya Osu Kannon had originally been built in the Gifu Prefecture, on the banks of the Kiso and Nagara River and served as a strategic point in the fortification of the main Tokugawa fort. However, a devastating flood in 1605 swept away the ancient structure, and all that remained were a few scriptures and other treasures.


Tokugawa Ieyasu later housed these remains in the new temple that was constructed in 1612 in the site where it stands till date. The present building however, is a 1970 reconstruction, as the old structure had fallen prey to the ravaging flames that destroyed the main building and its adjacent pagoda in the 1820s.

The reconstructed temple closely resembles the original construction and stands today to narrate a fascinating history. The temple grounds draw a huge crowd to marvel at the colorful architecture, and the number of visitors multiplies as the temple grounds host its monthly flea markets. On the 18th and 28th of each month, the precincts of Osu Kannon are transformed into a bustling hub of shops supplying a variety of souvenirs and interesting oriental pieces.

copyright : ASIAROOMS (c) is a registered trademark used under licence by Asiarooms Pte. Ltd.




Note : Di Osu Kannon banyak orang Indonesia suka kongkow-kongkow, ngumpul sambil pada belanja oleh-oleh (biasanya elektronic-->Camera, DigiCam, NoteBook, dll) di hari sabtu atow minggu, kata temen yang masih disana, bahkan hingga hari ini katanya.....
Bwat temen/rekan yang sempet dan akan ke Japan, khususnya ke daerah (Sizuoka, Hamamatsu, Nagoya, Mie Pref (termasuk Yokkaichi)), trus mo cari Omiyage (oleh-oleh), tempat paling okke mungkin Osu Kannon ini....cheers....

Tentang Keberhasilan Toyota (名古屋市)



Museum Otomobil (Museum Toyota)

Pada Bulan November 2003, Aku berkesempatan untuk berkunjung ke Museum Toyota di Aichi Prefecture , kota Nagoya - Japan.

Dari kunjungan ini, aku mendapatkan wawasan baru, bahwa ternyata, suatu keberhasilan memang tidak datang dengan sendirinya, tetapi keberhasilan itu tetap harus diiringi dengan usaha, kerja keras, kemauan dan doa. Hal ini yang terjadi dan telah dilakukan para pendiri TOYOTA.

Cerita lengkap tentang keberhasilan TOYOTA yang aku dengar langsung dari sumber di Museum ini (namanya lupa, dan catatan perjalanan entah terselip dimana --> nanti dicari lagi deh...) berawal dari mesin tenun kain. Iya benar dari mesin tenun kain (pengahasil kain) menjadi produsen mobil nomor satu di dunia, mengalahkan GM (General Motor), bukanlah hal yang mudah seperti membalikkan telapak tangan...Inilah hal yang perlu ditiru oleh kita semua.....

Jan 04, 2009 --> 01:45 AM

Facebook me!

syai.bks0512@gmail.com

Sakura no Hana (桜の花)

Bunga Sakura dari Japan...

Japan merupakan negara yang terkenal dengan Shunkashuutou, yaitu negara yang mempunyai empat musim, Haru - Natsu - Aki - Fuyu (musim Semi (Spring) - musim Panas (Summer) - musim Gugur (Autumn/Fall) - musim Dingin (Winter)), dimana pada setiap musim mempunyai keunikan atau ciri atau lambang yang lekat pada setiap musim tersebut.

Selama lebih kurang 5,5 tahun tinggal di Japan, musim yang paling aku sukai adalah musim semi, dimana pada musim ini bunga Sakura mekar yang dimulai dari kepulauan Okinawa-Okinawa, Pulau Kyushu-Fukuoka, Pulau Shikoku, Pulau Honshu-Hiroshima/Osaka/Nagoya/Sizuoka/Tokyo hingga ke Pulau Hokkaido-Hakodate, yaitu pergerakannya teratur dari Pulau paling selatan Japan (Okinawa) hingga ke Pulau paling utara Japan (Hokkaido) dari bulan February hingga bulan April setiap tahunnya.

Pada musim Semi ini kondisi udaranya tidak panas dan juga tidak dingin, artinya udaranya sedang-sedang saja. Jika kita ibaratkan dengan Indonesia, kondisi udara pada musim Semi di Japan ini, tidak berbeda dengan kondisi udara normal di Lembang (Jawa Barat), segar dan menyejukkan.
Aktivitas yang rutin/kebiasaan yang dilakukan setiap tahun oleh masyarakat Japan pada musim ini adalah melakukan HANAMI, yaitu suatu aktivitas makan dan minum yang dilakukan di bawah pohon bunga Sakura ini sambil menikmati indahnya bunga Sakura baik bersama keluarga dan handai taulan, maupun bersama dengan rekan-rekan sekantor atau bahkan dengan pasangan-pasangan laki-laki dan perempuan masing-masing. Hanami arti harfiahnya adalah Hana = bunga, sedangkan mi adalah kependekan dari miru = melihat, sehingga arti harfiah dari Hanami adalah melihat/menyaksikan bunga (Sakura).

Satu lagi yang berbeda dengan Indonesia, Jika di Indonesia tutup buku dan awal dimulainya tahun pelajaran baru dan kenaikan pangkat para pejabat dilakukan pada akhir bulan Desember - awal Januari, sedangkan di Japan dilakukan pada musim semi ini, yaitu akhir bulan Maret - Awal April.

Jan 04, 2009 - 01:20 AM

Saturday, January 03, 2009

Era 1994-1998 (01) バタム島

Pendahuluan...

1994 Aku lulus SMK (STM) di Bandung. Saat lulus pertama kali yang muncul dalam benakku adalah cari uang... Iya "cari uang untuk masa depanku", pikir-ku. Tapi "bagaimana caranya?????", muncul pertanyaan yang paling menjengkelkan bagi diriku.
Iya benar saat itu aku baru lulus, dan belum mengenal atau pun mempersiapkan apa yang namanya cari kerja (Bodohnya aku....hiks....). Aku coba cari referensi dari teman, sodara, surat kabar dan depnaker mengenai informasi lowongan kerja, Gotcha...akhirnya kutemukan informasi penting ini dari salah seorang bapak petugas Depnaker di Jl. Asia Afrika Bandung?? (aku lupa, tapi daerahnya tidak jauh dari Jl. Asia Afrika Bandung). Benar, saat itu dari Bandung dibutuhkan beberapa orang tenaga terampil lulusan STM (dan Lulusan Sarjana tentunya....hehehehe....) untuk ditempatkan sebagai teknisi / tenaga ahli lulusan Listrik dan Mesin di Batam (Kepulauan Riau).

Singkat cerita, aku yang sedikit beruntung (hanya merupakan salah seorang lulusan STM Negeri cukup ternama) di Bandung ini akhirnya lulus dan diterima di salah satu perusahaan PMA-Japan, dan ditempatkan di bagian Teknisi Lapangan.

Dua tahun berjalan akhirnya karierku terkoreksi, ada sedikit peningkatan, yang tadinya ditempatkan dibagian teknisi di mutasi kebagian engineering...wow kesempatan emas pikir-ku. Aku tidak menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan, karena memang di departemen baru ini selain masalah teknis, juga faktor bahasa sangat menunjang dalam pekerjaan yang akan aku hadapi, karena aku akan berkomunikasi dengan orang-orang asing yang mungkin tidak paham akan bahasa ibu pertiwi (bahasa Indonesia) yang aku kuasai dengan baik ini. Untuk itu aku memulai sesuatu yang baru, selain bekerja, aku juga mulai belajar (Bahasa orang bule, sebagai alat untuk berkomunikasi dengan orang bule ataupun dengan orang Japan) selama kurang lebih 3 tahun. Yah...alhamdulillah dengan modal bahasa cas cis cus dan pengetahuan teknik listrik seadanya aku cukup berhasil dalam pekerjaanku.

Bersambung.......

Facebook me!
syai.bks0512@gmail.com